Pukul 20.30 pada hari Sabtu, 26 Maret 2011 merupakan waktu di mana orang-orang dihimbau untuk memadamkan lampu selama 60 menit. Kegiatan massal ini didedikasikan untuk sebuah moment yang diberi nama “Earth Hour”.
Salah satu mall yang cukup nyaman (menurut opini saya) di Jakarta menggelar sebuah rangkaian acara. Meski tujuan digelarnya acara ini (saya yakin) adalah untuk menarik sebanyak mungkin pengunjung, tetapi tema yang diangkat memberikan kesan “peduli” kepada lingkungan. Tepat pukul 20.30, dilakukan pemadaman sebagian listrik reklame dan listrik dekorasi gedung. Balon warna warni yang diberi lampu led pun dilepaskan. Kedipan dari lampu led yang terbang bersama balon memberikan pemandangan yg cukup indah. Bagaikan melihat bintang (hal yang nyaris mustahil terjadi di Jakarta).


Sembari menikmati balon-balon itu saya berpikir. Apakah balon-balon yang dilepaskan ini justru akan mengotori lingkungan? Bukankah ini justru bertentangan dengan semangat “Earth Hour” itu sendiri?
Karena penasaran sayapun segera mencari informasi tentang apa sebenarnya yang terjadi pada balon-balon yang dilepaskan itu. Salah satu referensi yang saya baca mengatakan bahwa balon-balon ini mudah diurai dan memiliki bahan organik karena dibuat dari karet/latex yang juga dihasilkan secara organik. Jika memang demikian, maka sayapun bisa tenang jika lain kali ada acara pelepasan balon seperti ini…
Untuk yang ingin membaca lebih lanjut mengenai balon dan lingkungan, bisa ke link berikut. http://www.balloonlink.com/environment.htm
Recent Comments