You are currently browsing the category archive for the ‘Street Performance’ category.
Setelah seminggu bekerja, hari Minggu ini saya kembali menyempatkan diri untuk datang ke area “Car Free Day”. Kali ini saya tertarik dengan sebuah pertunjukan jalanan yang tampaknya dibawakan oleh sebuah keluarga. Sejauh yang dapat saya identifikasi, keluarga itu terdiri dari seorang ayah, 3 orang anak lelaki, 1 anak perempuan dan sang ibu yang menggendong seorang bayi.
Tugas sang ibu adalah membawa keranjang plastik yang digunakan untuk menampung “saweran sukarela” dari para penonton. Saweran sukarela, itulah istilah yang mereka gunakan untuk menyebut balas jasa atas tontonan yang mereka berikan. Sementara sang ayah memimpin pertunjukan diiringi musik khas Jawa, gamelan. Musik mengalun melalui pemukul yang dipegang tangan-tangan kecil anak-anak dari keluarga itu…
Pertunjukan yang dibawakan sederhana. Sang anak perempuan diikat dan ditutup kain hitam. Ketika kain hitam itu dibuka, tali yang mengikat sudah terlepas dan sang anak melenggang santai menuju saudara-saudaranya yang lain. Pertunjukan dilanjutkan dengan atraksi api dari sang ayah. Kobaran api begitu saja dipadamkan dengan menggunakan mulut. Tidak cukup dengan atraksi itu, sang ayah menyemburkan minyak tanah sehingga tercipta kobaran api yang berkobar lalu hilang seketika…

Pertunjukan Jalanan
Saya memperhatikan sekeliling. Penonton tampak memandang tontonan itu dengan wajah bosan. Tidak ada tepuk tangan, tidak ada teriakan pujian. Hanya beberapa orang yang bertepuk tangan sambil lalu. Pertunjukan singkat itupun diakhiri dengan ucapan salam perpisahan dari sang ayah.
Mungkin bagi sebagian orang, pertunjukan ini adalah sekedar hiburan sederhana semata. Bagi saya, ini adalah sebuah bentuk pertunjukan kegigihan dan perjuangan sebuah keluarga. Keluarga yang ingin mempertahankan kelangsungan hidupnya dengan penuh ketegaran dan dengan caranya sendiri. Jauh lebih baik daripada mengemis di jalanan, mengharapkan belas kasihan orang lain dan berharap uang akan datang sendiri.
Akhirnya sebelum mereka pergi, saya merogoh saku celana dan memberikan sekedarnya. Tidak banyak memang, tetapi saya cukup bahagia melihat senyuman disertai anggukan kecil keluarga itu kepada saya…


Atraksi Semburan Api



Recent Comments